Sabtu, 16 Januari 2021

Mengukir Diatas Batu atau Mengukir diatas Air

Bismillah Alhamdulillah

Laa Haulaa Walaa quwwata illabillah



Pengalaman ini saya lakukan ketika mendapat tugas aktualisasi Latihan Dasar (Latsar) ASN tahun 2019. Alhamdulillah di tahun tersebut saya lolos seleksi CPNS dan melaksanakan latsar di Pusdik Brimob Bumi Kandung Watukosek.

Untuk mewujudkan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi, kami CPNS harus melakukan kegiatan aktualisasi diri sebagai perwujudan dari nilai-nilai dasar tersebut.

Saya memilih formasi di UPT SDN 236 Gresik yang dulunya bernama SDN Randupadangan. terletak sekitar 6 km dari rumah saya. sekolah dasar yang saya tempati tergolong sekolah "pelosok" disekitaran kecamatan tempat saya tinggal. Dengan mayoritas peserta didiknya beragama islam.

Saya diamanahkan memegang kelas 5 disekolah tersebut.

Akan tetapi, pembiasaan-pembiasaan yang umum ditemukan di sekolah-sekolah belum saya temui disini. Secara prasarana menurut saya juga cukup minim. Tidak ada mushollah sehingga anak-anak belum bisa melakukan sholat berjamaah atau sholat duhah di sekolah, dimana pembiasaan ini sudah diterapkan di sekolah yang saya tempati sebelumnya.

Kegiatan literasi juga "belum mewabah" ( seperti salah satu artikel di blog saya, heheheh... https://atangalma.blogspot.com/2021/01/bismillah-alhamdulillah.html ). 

Perpustakaan yang kurang nyaman jika kita ingin berlama-lama mencari sumber bacaan atau sekedar santai di jam istirahat untuk membaca, serta keterbatasan-keterbatasan lain. Disini saya ingin menerapkan kegiatan literasi religius, dengan membiasakan peserta didik membaca satu surat pendek diawal pelajaran secara bersama. Dari sini saya berharap mereka dapat mengahafal 1 juz jika sudah lulus dari sekolah dasar ini ( pengembangan pembiasaan kedepannya ).

Bukan maksud menunjukkan kelemahan, namun sangat disayangkan jika pembiasaan baik tidak dilaksanakan sejak kecil. 

Seperti yang tertuang dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 3 tentang Sisdiknas yang berbunyi : “ Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.  

Pendidikan Karakter Penguatan pendidikan moral (moral education) atau pendidikan karakter (character education)  dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. 

Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan karakter. 

Berikut beberapa contoh kasus akibat rendahnya moral anak diantaranya kejadian siswa yang menantang gurunya ketika ditegur sedang merokok dalam kelas selama pelajaran yang terjadi di salah satu SMP Swasta di Kecamatan Wringinanom Gresik. 

Juga dikutip dari www.tirto.id, menurut Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti, terdapat 24 kasus sektor pendidikan dengan korban dan pelaku anak pada bulan Januari sampai dengan 13 Februari 2019 dengan rincian 3 kasus kekerasan fisik, 8 kekerasan psikis, 3 kekerasan seksual, 1 tawuran pelajar, korban kebijakan 5 kasus, dan 1 kasus eksploitasi. 

Dari beritagresik.com, Menurut catatan Dinkes Gresik, selama 2017, tercatat ada 187 kasus hamil di luar nikah (jawapos, 13/01/2017). Bahkan menurut Kepala Dinkes Gresik, dr Nurul Dholam penderita HIV/AIDS terus bertambah tiap tahunnya. Berdasarkan data dinas desehatan, jumlah penderita HIV/AIDS tahun 2016 mencapai 76 orang dan bertambah 90 orang di tahun 2017 (Jawa pos, 1/12/2017). Dari jumlah tersebut, 50% diantaranya adalah mereka dari orientasi menyimpang, yaitu Gay atau LGBT (Radar Surabaya, 1/11/2018).

naudzubillah himindzaliik...

Pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai. salahsatunya menggunakan metode pembiasaan.

Kegiatan Pembiasaan di sekolah untuk pengembangan karakter peserta didik dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang, baik dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. 

Hal tersebut juga akan menghasilkan suatu kompetensi. Pengembangan karakter melalui pembiasaan ini dapat dilakukan secara terjadwal atau tidak terjadwal baik di dalam maupun di luar kelas.

Pembiasaan dinilai sangat efektif jika penerapannya dilakukan terhadap peserta didik yang berusia kecil ( anak ). Karena mereka memiliki “ rekaman “ atau  ingatan kuat serta kondisi kepribadian yang belum matang, sehingga mereka mudah terlarut dengan keiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari. 

Oleh karena itu sebagai awal proses pendidikan, pembiasaan merupakan cara yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral kedalam jiwa anak. Nilai-nilai yang tertanam dalam dirinya ini kemudian akan termanifestasikan dalam kehidupannya semenjak ia mulai melangkah ke usia remaja dan dewasa. 

salah satu wujud aktualisasi yang saya terapkan adalah melakukan pembiasaan-pembiasaan tersebut, yaitu melaksanakan sholat berjamaah dan literasi religius (membaca surat pendek).

Pembiasaan religius akan memasukkan unsur-unsur positif pada pertumbuhan anak. Semakin banyak pengalaman agama yang didapat anak melalui pembiasaan, maka semakin banyak unsur agama dalam pribadinya dan semakin mudahlah ia memahami ajaran agama. Jika pembiasaan sudah ditanamkan, maka anak tidak akan merasa berat lagi untuk beribadah dan melakukan kebaikan, bahkan ibadah dan perbuatan baiknya akan menjadi bingkai amal dan sumber kenikmatan dalam hidupnya karena mereka bisa berkomunikasi langsung dengan Allah dan sesama manusia. 

Dengan tertanamnya landasan agama pada anak sejak dini, ibarat kita melukis diatas batu, maka diharapkan anak memiliki pondasi kuat tentang akhlak yang nantinya dapat digunakan sebagai benteng diri dalam berkehidupan di lingkungan yang lebih luas. 

Diharapkan anak dapat membedakan perbuatan yang baik dan perbuatan yang tidak baik. Sehingga nantinya dapat mengubah perilaku anak menjadi lebih baik juga. Disamping itu, dengan pondasi keagamaan yang kuat sejak dini, diharap dapat juga menumbuhkan perilaku jujur, karena dalam diri anak sudah tertanam bahwa Allah Maha Melihat. Tertanam perilaku disiplin, karena dengan pembiasaan mengaji, berdoa, sholat berjamah, dan kegiatan pembiasaan lain  yang dilakukan berulang-ulang dan tepat waktu akan membuat anak terbiasa disiplin dalam menjalankan apa yang menjadi tanggung jawabnya.

Dan akhirnya ...

Tepat dibulan september, saya mulai kegiatan tersebut. Program yang ingin saya aktualisasikan. Saya minta izin kepada kepala sekolah tentang maksud dan rencana saya. Alhamdulillah... beliau mendukung penuh. Pun demikian dengan guru-guru lain.

Saya membuat program pembiasaan saya. Membuat daftar hafalan surat pendek apa yang akan menjadi target hafalan saya kepada anak-anak. Membuat jadwal menjadi imam untuk anak laki-laki. Menyiapkan prasarana kegiatan seperti tikar untuk sholat ( sekolah belum memiliki mushollah ),  sholat berjamaah saya lakukan didalam kelas dengan menggunakan tikar. Menyiapkan Juz 'Amma untuk bahan bacaan anak-anak, serta membuat kartu setoran hafalan.

Juz 'Amma untuk anak-anak

Kartu setoran hafalan

Saya melakukan sosialisasi kepada anak-anak. Alhamdulillah mereka merespon baik dan antusias kegiatan ini. mereka ingin seperti sekolah madrasah di sebelah SDN ini yang telah melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut.

Alhamdulillah.. gayung pun bersambut.

flashback :

Sedikit melenceng dari apa yang saya bahas diatas. seiring bertambahnya usia saya dan mirisnya melihat keadaan anak-anak sekarang. dari lubuk hati terdalam saya, ingin memberikan mereka bekal kebaikan yang melekat  yang menjadikan mereka anak-anak sholih sholihah. memperoleh RidhoNYA melalui dunia pendidikan.

Lanjut...

Sekolah masuk pukul 07.00. Diawal jam pelajaran, 10 menit pertama anak-anak saya ajak membaca surat pendek yang sudah saya buatkan daftarnya yang harus mereka baca dalam kurun waktu satu semester. Dari pembiasaan membaca surat pendek ini, diakhir pekan (hari jumat) anak-anak diminta menyetorkan hafalannya kemudian saya tulis dalam buku setoran hafalan. Bagi yang belum hafal, saya izinkan menyetorkan hafalan beberapa ayat saja yang sudah dihafal.

Kegiatan membaca surat pendek sebelum memulai pelajaran

Alhamdulillah, dalam satu bulan anak-anak sudah dapat menghafal 2-3 surat pendek. Kegiatan ini terus saya lakukan hingga sebelum pandemi dan PJJ belum diterapkan.

Saat ini, saya hanya bisa mengingatkan siswa saya untuk tetap membaca Al Qur'an, dan beberapa kali saya meminta mereka untuk mengirim bukti rekaman suara atau video ketika mereka membaca Al Qur'an. sebagai wujud keistiqomahan pembiasaan baik ini.

Setoran Hafalan Surat Pendek di kelas

Kelas selesai pukul 12.30 WIB. Anak-anak bersiap untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Mereka berwudhu di keran depan kelas. Keterbatasan sarana tidak menyurutkan tekad saya untuk melaksanakan pembiasaan ini. Untuk dapat berwudhu, kami harus mendatangi tetangga sekolah yang menyalurkan air ke sekolah kami. yaa.. air yang digunakan adalah air yang dibeli dari tetangga sebelah. Karena sekolah belum memiliki sumur atau tandon.

Sholat dilaksanakan didalam kelas dengan menggunakan tikar. Siswa laki-laki yang paling bagus bacaannya saya tunjuk sebagai imam sholat. Tentu saya juga meminta bantuan guru agama untuk membimbing mereka mengenai tata cara sholat berjamaah. 

Untuk wirid setelah sholat, saya mencetaknya di lembaran dan dilaminating. Dibaca masing-masing siswa setelah selesai sholat. Saya pandu juga untuk pembacaan wirid ini.
Kegiatan Sholat Dzuhur berjamaah

Alhamdulillah.. maha besar Allah...

Teman guru dikelas tinggi mengikuti kegiatan saya ini. Beliau-beliau juga mengadakan sholat berjamaah untuk peserta didiknya.

walimurid mendukung penuh kegiatan yang saya laksanakan.

Dan saat ini, setelah kurang lebih 1,5 tahun saya di sekolah tersebut.. mungkin Allah menjawab niat baik saya. Sekolah sudah memulai membangun mushollah, walaupun progres pembangunannya masih 50%. Sekolah juga sudah membangun sumur dengan bekerjasama dengan TK yang bersebelahan. Memiliki tandon air untuk memudahkan ketersediaan air di sekolah.



Mengutip sedikit wejangan KH Maemun Zubaer :
" ... sebaik-baiknya harta adalah anak yang sholih sholihah... "


Salah satu pahala yang tidak terputus adalah doa anak sholih sholihah.. aamiin.





Mengutip kata bijak KI Hajar Dewantara :
Ing Ngarsa sung tuladha
Ing mdya mangun karsa
Tut wuri handayani


Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar sesudah dewasa laksana mengukir diatas air

Wallahu a'lam bisshowwab


bersambung ...

Jumat, 15 Januari 2021

Buku Guru , Buku Siswa , RPP Kelas 5

Bismillah Alhamdulillah


berikut saya bagikan link Buku Guru dan Buku Siswa Kelas 5

tema 1, 2, 3, 4, 5

https://drive.google.com/drive/folders/13uSw6GeKmp4gA1HY1mumVwiMfTcsgp_a?usp=sharing


SD Kelas VI : https://bit.ly/bse2013-kls6

SD Kelas V : https://bit.ly/bse2013-kls5

SD Kelas IV : https://bit.ly/bse2013-kls4

SD Kelas III : https://bit.ly/bse2013-kls3

SD Kelas II : https://bit.ly/bse2013-kls2

SD Kelas I : https://bit.ly/bse2013-kls1


RPP kelas 5

https://drive.google.com/drive/folders/1fEo3jgBPBFLn0eVd84TMI2-3jeUVr2Za?usp=sharing


PPT BUPENA KELAS 1

https://drive.google.com/folderview?id=1Jhi_XbPE2k0gS8Qt255Hh2fj3neg89Uw

PPT BUPENA KELAS 2 :

https://drive.google.com/folderview?id=1AQpvnYOaOgVMsif2obQK1K1HHzASvu7R

PPT BUPENA KELAS 3 :

https://drive.google.com/folderview?id=1bjE88FoDxno6r7MpqMJUdRCUlY0nUZSO

PPT BUPENA KELAS 4 :

https://drive.google.com/folderview?id=1WOsyu2nGLtRi-9pVoylRreZsCcMlaNYR

PPT BUPENA KELAS 5 :

https://drive.google.com/folderview?id=1pRAi3cNPky-d9C-sBfF-DniHz5RKpk0f

PPT BUPENA KELAS 6 :

https://drive.google.com/folderview?id=1i6woKWFRbUZxUYVZ6oLU2_1iaWO2UFXs


Materi Pembelajaran Kelas 1 bisa didownlod di link berikut: http://gg.gg/materikelas1my

Materi Pembelajaran Kelas 2 bisa didownlod di link berikut: http://gg.gg/materikelas2my 

Materi Pembelajaran Kelas 2 bisa didownlod di link berikut: http://gg.gg/materikelas3my

Materi Pembelajaran Kelas 4 bisa didownlod di link berikut: http://gg.gg/materikelas4my

Materi Pembelajaran Kelas 5 bisa didownlod di link berikut: http://gg.gg/materikelas5my

Materi Pembelajaran Kelas 6 bisa didownlod di link berikut: http://gg.gg/materikelas6my

Blog Sebagai Identitas Digital

Bismillah Alhamdulillah

Laa Haulaa Walaa quwwata


Sudah seperempat perjalanan mengikuti kegiatan belajar menulis gel.17. Semoga selalu semangat dan berlanjut hingga akhir pertemuan kegiatan ini. Semoga Allah selalu memberi kekuatan dan kemampuan mengeluarkan ide-ide brilian dan bermanfaat untuk dapat dituangkan dalam blog ini.

Narasumber kali ini berprofesi sebagai "Cikgu". Yaa.. seorang pendidik di SDN Wahibur Kab. Sumba Tengah - NTT bernama Ibu Theresia Sri Rahayu SPd. SD. Sapaan akrabnya adalah Cikgu Tere ( tanpa Liye... hehehe).

Sependapat dengan cikgu Tere, blog adalah salah satu identitas digital yang kita miliki. Kita sekarang sudah hidup di era abad 21. Era revolusi industri 4.0. Dimana segalah sesuatunya bekerja dengan mengcombine antara manusia, teknologi, dan big data

Hadirnya gawai yang terhubung dengan internet, menyuguhkan  bermacam informasi yang berpengaruh terhadap gaya hidup manusia, baik dalam bidang ekonomi, sosial budaya, terutama bidang pendidikan.

Disini, kita dan saya, khusunya pendidik dan siswa dituntut untuk memiliki kemampuan dalam kegiatan pembelajarn yang sesuai dengan abad 21 ini.

Banyak tantangan dan peluang yang harus kita hadapi untuk dapat bertahan di era informasi dalam abad pengetahuan, abad digital, era 4.0 , dan era informasi ini.

Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan saat ini adalah menulis di blog ( blogger ). 

Dengan menulis di blog, kita dapat berbagi informasi, belajar menerapkan kemampuan teknologi, mengembangkan literasi, serta bermacam manfaat dan tujuan dari diri kita sendiri dapat dikembangkan melalui sarana menulis di blog.

Misalnya, sebagai seorang guru, saya pribadi ingin berbagi mengenai perangkat pembelajaran yang saya buat, bentuk penilaian, modul mandiri, metode pembelajaran yang saya terapkan, informasi seputar dunia pendidikan, berbagai pengalaman selama mengajar, dan banyak hal karena seorang pendidik memiliki banyak kisah dari bermacam peserta didik.

Blog yang baik dan berkualitas dipengaruhi bagaimana cara menyajikannya, sekaligus mencerminkan karakter penulisnya. Untuk dapat menyajikan sebuah blog yang baik dengan konten-konten berkarakter, hal yang harus dipahami adalah mengenai Kompetensi Digital.

Dalam konteks pendidikan. kompetensi digital adalah penggunaan teknologi dengan cara yang meyakinkan, tepat, dan aman untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran dan pendidikan.

Salahsatu kompetensi digital yang harus dikembangkan adalah kemampuan untuk menciptakan konten digital, dalam hal ini adalah konten blog yang menarik dan berkualitas. (Digcom 2.0, Eropean Comission, 2015).


Mengapa kita (harus) menguasai Kompetensi Digital  ?

Dalam dunia pendidikan, di abad 21 ini salah satu kemampuan yang harus dikuasai pendidik dan peserta didik adalah kemampuan literasi, dan literasi dasar yang harus dimiliki adalah literasi digital.

Sebuah informasi digital yang disajikan dalam sebuah blog khususnya, harus menarik dan informatif tetapi tetap menjaga kualitas. Untuk membuat blog berkualitas, tips menurut narasumber adalah :

  1. Hindari plagiasi / buat konten orisinil.
  2. Muda dipahami dan diterapkan.
  3. Tulislah konten yang singkat, padat, dan jelas.
  4. Kombinasikan tulisan dengan gambar dan video.
  5. Buatlah konten yang up to date.
  6. No Hoax !, Saring sebelum sharing.
  7. Ciptakan engaging content (konten yang melibatkan pembaca, yang menyajikan gagasan baru terkait topik tertentu).
  8. Lakukan swa editing untuk menghindari typo.
Salah satu cara memaksimalkan blog seorang pendidik diantaranya menjadikan sebagai media pembelajaran blended learning (pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara pendidik dan peserta didik).

Sebagai media pembelajaran, dalam blognya, guru dapat menuliskan skenario pembelajaran, materi pembelajaran, tugas-tugas siswa, video, dan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar-mengajar yang akan disampaikan kepada murid.

Tips blog ramai dikunjungi :
  1. Aktif menulis.
  2. Lakukan blog walking.
  3. Sering komen di blog lain.
  4. Share link artikel blog kita. ( Menurut cikgu Tere, kita harus tebal muka, hehehe... mau dicaci, dihina, dikritik, teruslah menulis !).
  5. Terus belajar fitur-fitur baru blog.
  6. Terapkan blog berkualitas.


Quote Of Cikgu Tere :

Menulislah dari apa yg Anda sukai dan Anda Kuasai


Hadits Rasulullah SAW

خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain."



Wallahu a'lam bisshowwab


Resume ke-6 Belajar  Menulis Gel. 17 :

Narasumber    :Ibu Theresia Sri Rahayu SPd. SD.

Moderator     :Bapak Sucipto Adi

Peresume      :Atik Puspita rini

Rabu, 13 Januari 2021

Literasi itu "belum" Mewabah

Bismillah Alhamdulillah... Laa haulaa wa laa quwwata

  
Pemateri dalam belajar menulis gel.17 kali ini adalah Bapak Bambang Purwanto, S.Kom, Gr. Beliau adalah seorang guru, blogger, penggiat literasi, pendongeng, pak erwe ☺, de el el ... dan biasa disapa Mr. Bams.


membaca adalah jendela dunia
cintai aku dengan membaca, aku akan mencintaimu dengan menulis

Membaca, adalah satu kata yang kita dengan dari kita kecil. Surat pertama dalam kitab suci Al Quran pun memerintahkan untuk membaca.

Menulis adalah senjata untuk mengikat ilmu yang kita dapat dari membaca tersebut.

Yaa.. materi kali ini memang berhubungan dengan literasi. Kegiatan ini sudah digalakkan sejak beberapa tahun lalu. Di keluarga saya, anak-anak sudah saya biasakan membaca setiap hari walau hanya dalam waktu 5 menit.

Namun, saya belum bisa mewujudkan di sekolah saya. Pernah saya coba untuk laksanakan, saya belikan beberapa buku sains bentuk komik ( waktu itu ada big sale Gramedia , saya beli 10 buku ). Anak-anak sangat antusias karena bukunya menarik. Tetapi seiring berjalannya waktu, 10 buku tersebut terselesaikan. Dan saya belum bisa membelikannya lagi ( ketika harga normal, buku yang bentuk dan isinya menarik cukup mahal, dan saya ingin memberikan "bentuk terbaik" dulu dari fisik bacaannya agar anak-anak tertarik dan akhirnya penasaran kemudian suka ).

Pernah juga saya mengakali dengan mencetak beberapa cerita pendek dan dongeng yang saya ambil dari internet. Tapi ya begitu, hanya saya cetak tapi tidak saya bukukan / jilid. Pada akhirnya berantakanlah cetakan-cetakan tersebut.

Jika saya sharing dengan rekan guru lainnya, mereka menyarankan anak-anak suruh bawa buku sendiri dari rumah dan nanti ditukar di sekolah. Sebenarnya boleh juga, tapi saya merasa "membebani" mereka.

Solusi dari Mr.Bams untuk kolksi buku sekolah :
1. Menerima sumbangan dari orang tua murid
2. Kerjasama dengan Perpus Daerah
3. Kerjasama dengan sekolah lain (pinjam)
4. Cari donatur / CS
5. Dll

Boleh juga dicoba, hehehe... bismillah.

Dan akhirnya dapat menyimpulkan (versi saya ) dari paparan narasumber, Bagaimana menggiatkan literasi Sekolah :
  1. Kuatkan niat, bulatkan tekad, untuk menggalakkan literasi.
  2. Sajikan buku-buku / bacaan sesuai  minat "kebanyakan" siswa
  3. Bentuk tim GLS 
  4. Beri reward, baik berupa point yang tercatat di rapot juga berupa piagam penghargaan (pemberian poin dapat klik link berikut : https://youtu.be/V7iQ--vRMxE )
  5. Konsisten
Demikian sedikit catatan kecil dari saya. semoga menginspirasi kembali saya untuk menggiatkan GLS.
kegagalan saya dalam menggiatkan literasi disekolah, mungkin disebabkan karena saya juga kurang meliterasi diri sendiri, surving informasi di internet dan team work yang belum solid. 

Butuh tangan-tangan besi untuk dapat mewujudkan literasi yang menjadi salah satu niat suci demi mencerdaskan anak negeri.

Wallahu a'lam bisshowwab


Hadits Rosulullah riwayat Bukhari :
sampaikanlah walau hanya satu ayat

Qoute of Mr. Bams :
Menulislah walau satu kalimat, disanalah akan merasa ada tantangan tersendiri.

Quote of Om Jay :
Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi





Resume Belajar Menulis Gel. 17 :
Narasumber    :Bapak Bambang Purwanto, S.Kom, Gr.
Moderator     :Ibu Aam
Peresume      :Atik Puspita rini

Senin, 11 Januari 2021

Menulis, Memunculkan Motivasi Baru

 


Bismillah Alhamdulillah...

Allah masih memberikan saya kemampuan, kesehatan, dan rizki untuk masih dapat menyambung tulisan saya pada malam hari ini, Senin berkah, 11 Januari 2021 dalam program belajar menulis di pertemuan keempat bersama narasumber Ibu Eva Hariyati Israel, S.Kom.



Ya.. seperti biasa, warmingup otak. Mikir dulu apa yang mau dituangkan melalui jari-jemari ini. Bu narsum meminta kami menuliskan alasan-alasan mengapa kami menulis.

Awal mula saya mengenal apa itu menulis, adalah ketika saya berteman dengan Bapak Prihandono. Beliau adalah guru Bahasa Indonesia di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Benjeng. Beliau bercerita selain aktifitasnya sebagai pendidik, juga freelance sebagai wartawan lepas.

Beliau menulis kejadian-kejadian sederhana yang ditemui sehari-hari. Misalnya jalan akses ke sekolahnya yang terendam banjir,  Prestasi siswanya dalam ajang lomba, dan hal-hal ringan menurut beliau.

Kemudian beliau kirim ke salah satu surat kabar di Surabaya, dan terbit. Kata beliau, "lumayan Bu Atik.. sampean coba". 

Dan selalu yang ada di otak saya, Bagaimana saya memulainya ?. Hingga pada akhirnya saya mengikuti grup wa pelatihan menulis gelombang 17 yang dilaksanakan oleh Om Jay.

Disinilah saya mulai "berani" mengisi blog saya yang tak berpenghuni dari tahun 2019. hehehehe...

Dan entah berapa blog lagi yang saya buat, tapi tidak tahu kemana rimbanya.

Keberanian ini semakin kuat, dan tekad ini semakin bulat ketika pada tahun 2019 tersebut saya diangkat sebagai ASN. Salah satu poin dengan angka kredit yang tinggi diperoleh dari karya tulis. Dan sekarang ada kesempatan untuk belajar, why not ?.

Tak ada salahnya kan dicoba. Toh juga hal baik. Terlepas alasan saya yang "kurang baik" menurut saya pribadi, seperti memperoleh fee dan angka kredit yang saya sebutkan diatas.

Semakin berjalannya waktu, akhirnya niat yang "kurang bagus" tersebut berkurang melintas di otak saya. Yang saya fikirkan hanya, bagaimana saya dapat mengisi blog saya?, bagaimana saya bisa membuat tulisan yang enak dibaca? bagaimana saya dapat memberi manfaat dari tulisan yang saya bagikan?, dan entah alasan baru apa lagi yang akan menjadi motivasi saya... bismillahitawakaltu.

Seperti pengalaman para narasumber yang inspiratif, beliau berhasil menerbitkan buku-buku hebat dengan kegalauan yang mungkin sama dengan apa yang saya rasakan selama ini.

Saya yakin, awalnya apa yang beliau rasakan sama dengan yang saya rasakan saat ini ( pede bingit saya... ).

Manajemen waktu juga menjadi salah satu tantangan untuk bisa fokus dalam menulis. Apalagi kita sebagai ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai guru, harus dapat benar-benar memanajemen waktu antara menyelesaikan tugas sebagai guru ( yang sesama guru tahu sendiri kan bagaimana ... heheheh), juga kewajiban sebagai ibu rumah tangga ( hemmm... yang ini tidak usa dibahas ya, dari matahari belum terbit, hingga terlelapnya mata suami, hehehe... ), dan waktu untuk fokus menulis menelurkan ide-ide yang bisa bermanfaat bagi yang lain.

Pada akhirnya, Niat menjadi kunci utama dari suatu keberhasilan. Jika kita niat menulis untuk mencari berkahNya, insyaallah semua akan dimudahkan.

Wujudkan motivasi menjadi aksi nyata. we can do it !

Bismillahitawakaltu 'alallah

wallahu a'lam bisshowwab


Resume Ke-4 Pelatiahan Belajar Menulis gel.17
Narasumber    : Ibu Eva Hariyati Israel, S.Kom.
Moderator     : Bpk. Bambang purwanto
Peresume      : Atik Puspita Rini





Jumat, 08 Januari 2021

Kekuatan Silaturahmi, Menghasilkan Ide Kreatif

Menulis Dengan Kekuatan Silaturahmi

Jumat, 8 Januari 2021


Bismillah Alhamdulillah...

Jumat berkah, Allah masih memberi kesehatan, kemampuan, dan kekuatan untuk berfikir menuangkan ide-ide di kepala untuk dapat di tuangkan melalui hentakan jari-jemari di keyboard dalam resume Pelatihan Belajar Menulis Gel.17 bersama Narasumber Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd. beliau biasa disapa dengan Ibu Kanjeng.

Kata silaturahmi berasal dari bahasa Arab yakni Shilah yang artinya hubungan atau sambungan dan Ar- rahim yang bermakna kerabat atau saudara.

Kata Rahim sendiri berasal dari rahim perempuan, menunjukkan sebuah hubungan karib kerabat karena dekatnya nasab atau keturunan.

Kata silaturahim kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia yakni silaturahmi yang artinya tali persahabatan (persaudaraan).

Melalui tulisan ini, salah satu harapan saya adalah terjalin silaturahmi yang erat antara saya dengan pembaca tulisan saya.

Sebagaimana bunyi salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya " Barangsiapa ingin dibentangkan pintu rezeki untuknya dan dipanjangkan sisa umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari).

Dari silaturahmi yang terjalin, semoga pintu rizki terbuka bagi kita, keberkahan umur terlimpah pada kita, dan tentunya bertambah pula tali persaudaraa diantara kita.

Dari bersilaturahmi di dunia maya dengan beberapa narasumber mulai hari pertama dengan Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd, hari kedua dengan Rita Wati, S.Kom, dan hari ketiga ini dengan Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd. Akhirnya selangkah lebih maju dalam kemampuan dan keberanian menulis.

Menurut Ibu Kanjeng, mengutip kalimat Ki Hajar Dewantara, "apapun yang dilakukan dengan seseorang , harus bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya."

Seiring dengan hadits Rasulullah SAW :

 خَيْرُ الناسِ أَنفَعُهُم لِلنَّاسِ

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain" (HR. At Thabrani)

Sangat setuju dengan pernyataan-pernyataan diatas, begitu juga dengan hadits Rasul, akan menjadi kepuasan tersendiri bagi kita jika dapat memberikan manfaat bagi sesama dan alam semesta ini.

Para narasumber dalam pelatihan belajar menulis telah memberikan manfaatnya dengan memberikan ilmu tentang menulis. semoga menjadikan amal jariyah bagi beliau-beliau. Karena salah satu amalan yang tidak terputus pahalanya adalah shodaqoh jariyah. Aamiin.

Salah satu tulisan inspiratif Ibu Kanjeng dalam blognya yang berjudul Gurdasus http://www.srisugiastutipln.com/2020/11/gurdasus.html )yang mengisahkan perjuangan Guru Daerah Khusus. Betapa perjuangan seorang Ibu waitir dalam mencerdaskan anak bangsa dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana dan keterbatasan kesejahteraan. Namun tetap ihlas menjalankan tugasnya. disinilah keberkahan hidup akan didapat. Insyaallah.

Ibu Kanjeng telah menerbitkan beberapa buku, antara lain Catatan Motivasi dan Literasi Bu Kanjeng.

Buku Karya Ibu Kanjeng " Catatan Motivasi & Literasi Bu Kanjeng"

Buku ini berisi tentang kumpulan tulisan penulis dalam blog-blog nya. Terinspirasi dari pernyataan Ki Hajar Dewantara, penulis berharap dapat istiqomah sebagai hamba ALLAH yang berusaha menjadi manusia yang bermanfaat dan dibutuhkan keberadaannya. Buku ini diharapkan dapat menggugah semangat jiwa untuk bertaqwa. Tujuan terbitnya buku ini demi mengabadikan tulisan, pengetahuan, buah pikiran, juga harapan penulis dalam menghadapi kehidupan di dunia yang hanya sementara ini. 

Buku selanjutnya yang diterbitkan Ibu kanjeng adalah " The Stories of Wonder Women".


Buku Karya Ibu Kanjeng " The Stories of Wonder Women"



Buku dengan judul The Stories of Wonder Women berisi tentang kisah-kisah perempuan tangguh dalam perjuangannya. Kisah Para wanita / ibu / perempuan yang berjuang ketika mendapat "paket" kehidupan dari Allah Swt. Bagaimana mereka menerima ujian, menghadapi masalah, dan bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. 

Penulis melahirkan buku ini juga buah dari silaturahmi dengan beberapa majlis, silaturahmi dengan beberapa kitab, hadits, dan tentunya Al-Quran sebagai pegangan hidup. 

Buku selanjutnya adalah "Wow English is So Easy Kids"
Buku Karya Bu Kanjeng "Wow English is So Easy Kids"

Buku ini diperuntukkan bagi pemula untuk belajar Bahasa Inggris dengan cara mudah dan praktis. Dapat digunakan siswa sekolah dasar sebagai penunjang untuk belajar Bahasa Inggris dengan mudah. Berisi kosakata, contoh percakapan, latihan dan catatan yang harus diingat, tenses, dan evaluasi.


Buku keempat berjudul " Catatan Corona Bu Kanjeng (Pandemi, Kreativitas, dan Literasi)".
Buku Karya Bu Kanjeng " Catatan Corona Bu Kanjeng (Pandemi, Kreativitas, dan Literasi) "


Berisi tentang kisah nyata yang dialami semasa pandemi. Petualangan penulis sebagai guru, blogger, narasumber, penggiat literasi nusantara, dan ibu rumah tangga dalam mengejar dan mengusir Covid-19 agar segera keluar dari tanah dimana penulis berpijak.

Buku-buku tersebut tercipta karena silaturahim penulis dengan rekan-rekan beliau, silaturahim dengan buku, kitab termasuk Kitab Suci Al Quran. Dalam hal ini adalah pembiasaan membaca. Karena membaca dan menulis bagaikan pasangan sejoli. 

Dengan membaca kita akan memperoleh ilmu. Ilmu ibarat binatang liar, jika kita tidak mengikatnya maka lepaslah binatang tersebut. Jadi jika kita rajin membaca, tulislah apa yang kita ketahui agar tidak meninggalkan kita.

Berharap mendapat keberkahan dan jariyah dari tulisan kita yang sekiranya dapat memberi manfaat bagi sesama.

Tulisan saya tercipta karena Kekuatan Silaturahmi.

wallahu a'lam bishowwab


Resume Pelatihan Belajar Menulis Gel. 17
Narasumber   : Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd
Moderator    : Ibu Aam Nurhasanah
Peresume     : Atik Puspita