***
Selasa, 09 Februari 2021
Senandika
Senin, 08 Februari 2021
Strategi Pemasaran Buku
Dua hari ini memang saya mengalami gangguan sinyal. paket data masih 6,5 Gb namun tidak dapat mengirim pesan whatsapp ataupun thetering ke laptop. Saya isi lagi paket data barangkali kurang banyak, namun tetap saja provider kuning ini membuat saya ambyar... hehehehe. Sudahlah, ikut theteringnya pak suami yang pakai provider lainya.
Hari ini hati saya berbunga-bunga, mengapa ?, melihat sharing gambar dari Bu Kanjeng tentang buku antologi The Power Of Silaturahmi In Writing ( Antologi Membangun Literasi Negeri Bersama omjay & Bu Kanjeng ). terpatri nama saya , Atik Puspita Rini, disampul belakang. Entah mengapa, walaupun hanya antologi alias keroyokan, saya merasa bahagia sekali membaca tiga kata nama saya disana. Siapalah saya yang akan tersebar namanya dihalaman belakang sebuah buku sebagai salah satu penulis. Semoga hal ini menjadi awal kebaikan untuk saya untuk melahirkan karya-karya bermanfaat, awal kesuksesan saya dalam dunia menulis. Bismillahitawakaltu... Aamiin.
Memasuki minggu kedua di bulan februari, kelas belajar menulis telah memasuki pertemuan ke-16, artinya sejumlah itu resume yang telah terselesaikan, Alhamdulillah.
Moderator lincah, Ibu Aam Nurhasanah mendampingi Narasumber yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran Penerbit Andi, Bapak Agustinus Subardana, akan mengupas Strategi Memasarkan Buku Disaat Pandemi.
Membaca tema yang disampaikan, artinya sudah tidak lama lagi buku resume kita akan terbit, dan kita harus juga tahu bagaimana memasarkannya nanti. Selain tujuan kita adalah menulis untuk berbagi, juga menulis untuk menghasilkan, menghasilkan buku dan keuntungan finansial.
PT. Andi Offset, adalah sebuah nama yang sering saya temui dibagian bawa buku-buku yang pernah saya baca semenjak SMA. Artinya nama tersebut merupakan salah satu nama penerbit besar ( saat saya mulai bergabung di grup menulis, saya kenal dengan istilah penerbit mayor ) yang ada di Indonesia.
Sudah bergerak dalam industri penerbitan selama 40 tahun dan telah menerbitkan hampir 15.000 judul buku yang di kelompokkan menjadi 32 katagori (dapat di kunjungi di website : www.andipublisher.com ).
Berdasarkan laporan Nielsen BookScan ICM, penjulan buku di global hingga akhir pekan di bulan Juli 2020 (YTD) mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Berikut penyajian dalam grafik :
Akan tetapi, penerbit Andi Offset adalah salah satu penerbit yang justru yang bisa bertahan dan bertumbuh di tengah pandemi. Terbukti dengan dibukanya cabang representative di 120 titik di kota dan kabupaten di Indonesia.
Strategi pemasaran penjualan buku harus diperhatikan. Dengan menentukan jenis buku dan mengkategorikannya, kemudian melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi dari kategori-kategori yang ada.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi Strategi Pemasaran yaitu :
- Faktor mikro
- perantara
- pemasok
- pesaing
- masyarakat
- Faktor makro
- demograsi
- ekonomi
- politik
- hukum
- teknologi
- fisik
- sosial budaya
- Strategi Pemasaran Buku serangan Udara (on line)
- Pentingnya transformasi digital. Pandemi membuat masyarakat mengharuskan minim sentuhan fisik.
- Digital marketing. Diterapkan karena pola hidup masyarakat saat ini cenderung mengarah ke arah digital. Pemasaran model ini bermanfaat karena :
- biaya lebih murah
- jangkauan lebih luas
- mudah menentukan target pasar berdasarkan kategori
- komunikasi dengan konsumen lebih mudah
- dapat menggunakan berbagai media sosial yang ada
- mudah dievaluasi dan dikembangkan
- yang harus dilakukan dalam penjualan digital :
- proaktif promosi
- mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang ada
- menstabilkan penjualan dan meningkatkan pendapatan
- mengembangkan keunggulan produk dari pesaing
- Pemasaran melalui komunitas
- penerbit proaktif mengadakan promosi melalui webinar, media sosial, youtube, chanel tv
- memberikan diskon khusus.
- Strategi pemasaran buku serangan Darat ( off line )
- memetakan wilayah potensial untuk membuka cabang representative (stokist) pemasaran buku.
- menjalin kerjasama dengan jaringan toko buku di seluruh Indonesia, yaitu Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, dan toko buku yang lain.
- untuk dapat memasarkan di toko buku, harus juga diperhatikan tentang bagaimana memenangkan display, promo potongan harga, active selling di toko tersebut.
- menyediakan banner promosi, acrilic untuk menonjolkan produk buku, mengadakan promo buku yang sedang diminati.
Strategi Directselling juga diterapkan oleh Andi Offset. Directselling adalah memasarkan dengan memetakan jenis kategori buku yang diterbitkan.
- Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
- Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah
- Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Beberapa trik dari Andi Offset agar buku laku di pasaran :
- Ikuti trend yang lagi booming ( dapat dipantau di google trend )
- buat judul dan cover yang menarik ( marketable )
- Jaringan internet
- Alamat pengiriman yang kurang tepat
- Jarak pengiriman mempengaruhi waktu pengiriman
makan sukun campur pepaya
Resume ke-16 Belajar Menulis Gel. 17 :
Moderator :Ibu Aam Nurhasanah
Peresume :Atik Puspita rini
Tema :Teknik Memasarkan Buku (Strategi Memasarkan Buku Disaat Pandemi)
Wallahu a'lam bisshowwab
Jumat, 05 Februari 2021
Giat Literasi Melalui Taman Baca Masyarakat
dalu-dalu madep laptop gawe resume
Kembali lagi berkutat dengan keyboard laptop dimalam ke-15 kelas belajar menulis. Ditemani Pak Cip sebagai moderator ( kalau dengar nama Pak Cip, jadi teringat mas Alip Ba' Ta', kayaknya bapak nge-fans, hehehehe), dan Narasumber hebat, moderator kece, blogger keren, serta pendekar literasi dari Paris Van Java, Bapak Bambang "Mr. Bams" Purwanto, S.Kom. Dengan blog-nya yang fenomenal penamrbams.id.
Sharing Mr. Bams malam ini adalah tentang Taman Baca Masyarakat (TBM). TBM jika versi Mr. Bams, sedangkan keinginan saya adalah TBS (Taman Baca Sekolah). TBM atau mungkin lebih tepatnya TBS adalah salah satu niat yang belum bisa saya wujudkan di sekolah. Mungkin konsep dari TBM nya Mr. Bams bisa saya serap untuk dapat mewujudkan TBS di sekolah saya.
Sekolah tempat saya mengajar, belum memiliki perpustakaan yang layak. Niat awal saya adalah membuat sebuah taman baca di halaman sekolah, walau kecil, namun nyaman dengan sumber bacaan yang beraneka. Tetapi keinginan saya hanya niat semata. Semula saya wujudkan di pojok baca kelas saya dengan buku-buku yang saya beli dari sale-sale atau pasar buku bekas. Namun buku tersebut hilang satu per satu, hiks.. sedih. Dan karena pandemi ini, saya pun belum bisa lagi mewujudkan niat tersebut. Tulisan mengenai rencana saya ini, sedikit saya sampaikan di https://atangalma.blogspot.com/2021/01/bismillah-alhamdulillah.html yang pada waktu itu juga pematerinya Mr. Bams.
Membaca paparan Mr. Bams, satu yang terlintas di pikiran saya, beliau memiliki jiwa sosial yang tinggi. Bagaimana tidak, bersusah payah menyediakan buku dan tempat gratis hanya untuk anak-anak khususnya dan warga pada umumnya untuk dapat membaca dengan nyaman.
Dari waktu ke waktu, beliau membenahi sarana dan prasarana yang ada hanya untuk kenyamanan orang lain membaca. Dari bangku bambu beralaskan tanah, kemudian memperbaiki alasnya menjadi plester semen, hingga tempat duduk bambu pun direnovasi lebih kuat menjadi tembok.
TBM yang diberi nama TBM Ayah Salwa / TBM AS Lebakwangi ( Ayah Salwa adalah nama pendongeng untuk Mr. Bams ) mulai dijalankan pada 5 Oktober 2011. Bermula dari 20 buku anak dan majalah Bobo ( majalah kesukaan saya waktu kecil, juga majalah Mentari Putera Harapan ) serta koran bekas hari kemaren, beliau mengisi TBM yang ada di depan rumah.
Memang, segala sesuatu yang dikerjakan ihlas, untuk kepentingan umum, Lillahita'ala, maka insyaallah Allah akan menggantinya dengan rizki yang lebih dan lebih.
Tahun 2012, Allah memberikan rizki Mr. Bams dengan bisa membeli rumah lagi yang tidak jauh dari TBM beliau.
TBM Mr. Bams bergabung dengan Forum TBM tingkat Kota/Kab, Provinsi dan Nasional.
Cara untuk memperoleh bahan bacaan :
2. Buat program donasi buku.
3. Kerjasama dengan program pinjam dari TBM yang ada di sekitar.
4. Hubungi Dinas Perpustakaan, dapat menyediakan mobil perpustakaan keliling.
5. Komunitas 1001 buku yang sering memberikan donasi buku.
6. Gabung dengan komunitas / organisasi Forum TBM yang ada di Provinsi masing-masing.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di TBM AS Lebakwangi antara lain :
- Baca buku
- Pinjam buku
- Mendongeng
- Belajar menulis (TK/SD)
- Belajar baca
- Mewarnai
- Menggambar
- Menulis Puisi
- Komputer
- Internet
- Main catur
- Puzle
- Pelatihan
- Menulis resume
- dan lain-lain
![]() |
| Kegiatan pelatihan TIK |
![]() |
| Kunjungan dari sekolah disekitar |
![]() | |
|
- SABILULUNGAN AWARD 2018 dari Bapak Bupati Kab Bandung, Bapak Dadang Naser.
- Piala Juara 2 Pengelola TBM dalam Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2013.
- Piala Juara 1 Pengelola TBM dalam Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2014.
Keihlasan beliau untuk menyediakan Taman Baca Masyarakat adalah salah satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Tak salah jika julukan pendekar literasi diberikan pada beliau. Insyaallah menjadikannya jariyah, sehingga tanpa disadarinya, Allah SWT memberikan rizki dari arah yang tidak terduga diluar tujuanya mendirikan TBM, Insyaallah..
Quote Of Mr. Bams
Hadits Rasulullah SAW
Narasumber :Bapak Bambang "Mr. Bams" Purwanto, S.Kom
Moderator :Bapak Sucipto Ardi
Wallahu a'lam bisshowwab
Rabu, 03 Februari 2021
Setajam Ide Dalam Tulisan
Setiba di rumah, sekitar pukul 16.00 WIB, buru-buru saya mandi dan sholat asar. Beberes rumah dan memasak nasi untuk makan malam. Pukul 17.00 WIB, saya selesaikan tulisan saya untuk lomba menulis terlebih dahulu. Hingga terdengan adzan magrib dan alunan perut yang merdu pun mengiringi.
Sehabis sholat magrib, mengisi amunisi tubuh dulu. Karena logika tanpa logistik tidak akan berjalan mulus. Berlauk asem-asem kepala ikan tombro hasil menjaring di tambak mertua yang kebanjiran, habis juga sepiring nasi asem pedas itu. Alhamdulillah...
Flier di wag menulis rupanya sudah di bagikan. Dan grup pun sudah ditutup. Artinya kelas sudah dimulai. Bismillah lanjut.
Mengangkat tema Ide Dalam Menulis yang dibawakan Bapak Agus Sampurno sebagai narasumber dan Mr. Bams sebagai moderator, saya merasakan aura penuh materi dimalam ini.
Sebuah video dibagikan sebagai bentuk "profokatif" otak. Saya terprofokasi juga, apa maksudnya ? hemmmm... entahlah.
Pernyataan narasumber bahwa " 90% ide tulisan muncul ketika Anda tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan mengenai tulisan anda. 10% keberhasilan menulis baru mengenai seberapa anda konsisten dalam menulis ".
Saya setuju. Ide-ide apa yang mau saya tulis akan bermunculan ketika saya sudah fokus pada apa yang akan saya sampaikan. tidak peduli pada orang lain, bukan berarti menutup diri dari kritik dan pendapat orang lain, namun bijak menyikapi tanggapan yang diberikan, siapa yang memberikan. karena tidak semua orang yang menanggapi menginginkan kita untuk lebih baik.
Ketidakbijakan menerima kritik, hanya akan mengundang kebuntuan dalam berkarya.
Bedakan antara tanggapan praktisi dan ahli. Seorang ahli akan "membantai" tulisan kita sedemikian rupa dengan meninjau dari sisi teori. Namun tentu hal ini untuk perbaikan.
Praktisi akan mengkritik dengan caranya, karena tahu bahwa perjuangan seseorang untuk berada di posisi tertentu tidaklah mudah.
Prinsip menemukan ide dalam menulis :
- Menulislah dengan hati, mengeditlah dengan fikiran.
- Sangat mudah menuangkan kalimat jika kita menuliskanya dari hati. Apa yang kita rasakan tuangkanlah dalam kalimat-kalimat. Baca berulang hingga kita akan menemukan ketidak tepatan yang akan kita perbaiki untuk menghasilkan sebuah tulisan yang enak dibaca.
- Hambatan penulis adalah menghakimi diri sendiri saat mulai menulis
- Ketika kita berfikir "tulisanku jelek", "bahasaku mbulet", dan pernyataan negatif lainnya, hal tersebut memang akan membuat kita kehabisan kalimat untuk dituangkan, kehabisan ide untuk dikembangkan yang pada akhirnya membuat kita berhenti menulis.
- Meng-edit
- Adalah kegiatan membuang yang tidak perlu dan mengambil yang inti, sehingga tulisan lebih berisi dan berarti. Karena mengedit adalah kegiatan terapeutik dalam kegiatan menulis. Dengan mengedit, membuat tulisan kita lebih matang. Tulisan "mentah" adalah tulisan yang banyak typo dan banyak kalimat yang mbulet.
- Terapkan tiga prinsip khusus menulis :
- Sederhanakan pesan Anda.
- Buatlah tulisan Anda menyenangkan, menakutkan, menegangkan, atau mendidik.
- Buatlah tulisan Anda begitu menarik sehingga seseorang pasti sudah "gila" jika tidak membacanya.
- "Menulis dengan baik berarti berpikir dengan baik. Jika Anda tidak dapat menulis dengan baik, itu berarti Anda tidak dapat berpikir dengan baik. Tetapi menulis hanyalah langkah pertama. Menulis ulang juga penting. Dan ... apa itu menulis ulang? Menulis ulang adalah memikirkan ulang ide tulisan anda" - (David Perell).
- Tulisan awal bagaikan air kotor, dan air kotor tersebut akan jernih jika terus dituang dan dituang, artinya tulisan awal akan menjadi lebih baik jika terus dan terus menulis.
- Pisahkan kegiatan mencari ide dan menulis.
- Buat daftar ide-ide yang ada. Kembangkan satu per satu ide tersebut. Jika perlu buat outline dari ide-ide tersebut. hal ini sudah saya terapkan dalam membuat tulisan untuk lomba blog di bulan februari.
- Buat judul yang menarik
- Gunakan teknik persuasive words that controls minds : You, Free, New, Now, Secret.
- Masukan elemen kata berikut : Anda, Bebas / Gratis, Baru / terkini, Sekarang, Rahasia.
- Konsisten dalam menulis
- Dibutuhkan sebuah komitmen kuat untuk dapat konsisten dalam menulis. Salah satu tantangan bentuk konsistensi menulis adalah mengikuti Lomba Menulis PGRI di Bulan Februari. Konsistensi dan komitmen kita ditantang untuk menulis setiap hari selama 28 hari di bulan februari.
- Lakukan ATM ( amati, tiru, modifikasi) untuk menemukan ide dan branding diri.
- ATM dilakukan terhadap satu penulis yang kita favoritkan. lakukan riset dengan sering membaca tulisan penulis tersebut. Tiru dan odifikasi untuk menemukan gaya tulisan kita sendiri.
- Temukan keunikan kita, pelajari satu hal yang menjadi brand kita, dan ajarkan pada yang lain. ( Menulis adalah berbagi )
- Judul yang menarik
- tulisan tidak terlalu panjang
- Kekinian
- Runtut dan mengalir
Senin, 01 Februari 2021
Komitmen Untuk Sebuah Konsistensi
Komitmen, adalah sebuah janji, niat ihlas, serta memuat tanggung jawab yang harus dilakukan. Ya.. disini saya berusaha untuk bisa komitmen menyelesaikan resume dalam kelas belajar menulis ini, yang akhirnya saya mendapatkan mahkota menulis, merasakan apa yang akan terjadi dengan terus menulis.
Media blog yang merupakan media menulis utama dalam kegiatan ini, menjadi wadah dalam menuangkan segala ide dan kreatifitas serta kemampuan kita dalam merangkai kata untuk dapat menyajikan informasi yang mudah dipahami oleh pembaca.
Dipertemuan ketiga belas ini, tema yang diusung adalah Komitmen Menulis Di Blog. Sekarang bagaimana kita menengok kembali kedalam hati kita tentang komitmen kita dalam menulis, sudahkah terlaksana? sudahkah komitmen itu diiringi dengan konsistensi kita? kedisiplinan kita? niat ihlas kita, dan bukan keterpaksaan.
Faktor-faktor tersebut menurut saya akan sangat berpengaruh terhadap komitmen kita dalam menulis. Sehingga dalam menulis kita tidak akan terbebani, menulis akan terasa lancar dan mengalir. Menulis dari hati untuk mendapatkan pembaca sejati.
Materi malam ini yang seharusnya diisi oleh Bapak Dedi Dwitagama, namun karena beliau nya berhalangan hadir, sehingga diisi oleh Bapak Wijaya "Omjay" Kusuma.
Bagaimana tidak, bagaimana seorang ibu yang melahirkan anak tanpa didampingi suami karena Allah lebih sayang sehingga memanggilnya, bagaimana seorang balita yang sedang lucu dan manjanya sudah harus ditinggal ibu tercintanya. Benar-benar seperti kisah Rasulullah, yatim dari kandungan. Saya tidak akan meneruskan gambaran tentang almarhum, yang hanya membuat saya menangis. Allahummaghfirlahu..
Tetapi, sekolah kehidupan menempahnya menjadi manusia yang tangguh. ILMU ITU TIDAK TERLETAK DI SEKOLAH, TAPI PADA KEMAUAN BELAJAR!, satu kalimat yang dipegang almarhum.
Tempaan hidup membuat beliau menjadi manusia yang berkembang. Walau hanya lulusan sekolah dasar, tetapi ilmu fotografer, ilmu percetakan, teknisi, youtuber, hingga dunia menulis pun dikuasainya. Banyak pula artikel dan buku yan sudah diterbitkan almarhum. Lebih lengkapnya silahkan di baca di https://diankelana.web.id/.
QS. Ar Ra'd ayat 11 :
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوۡا مَا بِاَنۡفُسِهِمۡartinya : Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sbeleum mereka mengubah keadannya sendiri.
Salahsatu kutipan ayat Al Quran yang mengingatkan kita, bahwa jika kita berusaha, belajar, dan berdoa pada Allah SWT, insyallah Allah akan memperbaiki keadaan kita. Jika dihubungkan dengan kegiatan kita saat ini, kita semula tidak bisa menulis di blog, membuat artikel, dan sebagainya, namun jika kita mau berusaha dan belajar, maka bukan mustahil bagiNYa untuk menjadikan kita lebih baik dari jalan menulis tersebut. Entah itu lebih baik secara ilmu dan juga secara financial dari keberkahan menulis. Aamiin ya mujibassa'iliin.
Dihari senin malam ini, Omjay mengajak kita untuk berkomitmen menjaga konsistensi menulis, terutama untuk dapat menerbitkan buku ber-ISBN. Karena identitas seorang penulis terwujud ketika sudah mempunyai karya buku. Sebuah mahkota menulis.
Pun untuk memeriahkan lomba blog PGRI, komitmen dibutuhkan untuk dapat memecahkan tantangan 28 hari menulis selama Februari di tahun 2021 ini. Artikel yang terkumpul selama 28 hari tersebut akan dibukukan secara gratis dan ber-ISBN.
![]() |
| https://terbitkanbukugratis.id/wijaya/01/2021/lomba-blog-pgri-di-bulan-februari-2021/ |
Lomba ini bisa diikuti semua guru dari jenjang apapun yang sudah terdaftar dalam keanggotaan PGRI. disamping itu, tema tulisan kita bebas, baik fiksi atau non fiksi, yang intinya kita menulis di blog dengan tema yang sama yang nantinya akan dibukukan.
Demikian resume dari paparan yang ada.
Quote Of The Day :
Hadits Rasulullah :
artinya : Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.
Narasumber :Bapak Dedi Dwitagama / Bapak Wijaya Kusuma
Moderator :Ibu Aam Nurhasanah / Bapak Wijaya Kusuma
Peresume :Atik Puspita rini
Tema :Komitmen Menulis di Blog
Wallahu a'lam bisshowwab
Jumat, 29 Januari 2021
Writing and Sharing
Banyak batu di tepian
Sudah setengah perjalanan lebih mengikuti kelas belajar menulis gel.17 ini. Artinya tinggal setengah perjalanan lagi untuk mengumpulkan resume minimal yang dapat dijadikan buku. Semangat...! Bismillah.. ! heheheh...
Bagaimana tidak, tak sedikit diantara kita, mungkin termasuk saya juga merasakan jenuh ketika akan memulai merangkai kata demi kata. Padahal ketika lentik jemari ( ciee... lentik) ini sudah menari diatas keyboard laptop, serasa tangan robot yang sudah terremote, terus bergerak seiring kata dan kalimat yang terlintas di otak.
Tak sedikit pula rekan-rekan di grup belajar ini juga keluar masuk, mungkin juga ada yang merasa tertinggal jauh, dan ada yang baru penasaran hingga baru bergabung.
Bersama Ibu moderator yang selalu pamer cilok bumbu kacangnya ( hadeeewww... ngebayanginya jadi ngiler, cilok bumbu kacang pedas manis gurih). Ibu Aam Nurhasanah, moderator kelas belajar yang tak diragukan lagi akan mendampingi narasumber hebat di pertemuan ke-12, Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd.
Narasumber kali ini adalah seorang guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja yang juga alumni kegiatan Belajar Menulis Gel.8. Telah menghasilkan beberapa buku solo dan antologi yang diterbitkan di penerbit mayor dan indie.
Mengangkat tema Menulis dan Berbagi, akan dibahas bagaimana seharusnya kita sebagai pendidik agar dapat menjadi pioneer, penggerak, motivator bagi rekan-rekan guru khususnya, bagi siswa, bagi saudara atau siapapun yang mau untuk menuangkan ide-ide, gagasan, dan pengetahuan kedalam sebuah tulisan.
Teringat beberapa pernyataan saya di beberapa resume sebelumya, dengan berbagi ilmu, berbagi informasi berharap kita mendapat keberkahan didalamnya melalui tulisan ini, sehingga akan menjadi jariyah yang tak terputus pahalanya kelak. Aamiin...
Grup belajar menulis ini telah memberikan wadah bagi kita untuk mengetahui teknik dan trik menulis, motivasi menulis, bagaimana menemukan ide, bagaiman cara menyusun resume menjadi buku, persyaratan tulisan menjadi buku, hingga menyediakan penerbit indie, dari yang gratis hingga berbayar.
Masyaallah.. Tabarokallah...
Tugas resume yang ada merupakan katalis dan aktivator diri kita untuk menumbuhkan pembiasaan menulis. Tinggal bagaimana kita konsisten didalamnya.
Berdasarkan paparan narasumber, menurut aturan UNESCO, syarat sebuah buku adalah minimal halaman memiliki 40 halaman. Jika tiap resume kita menghasilkan minimal 5 halaman A5, maka dari 20 resume akan terkumpul 100 halaman. Sudah layak untuk terbit sebuah buku. Milikilah mahkota menulis berupa buku ber-ISBN.
Tinggal kita mengolah dan memperbaiki isinya agar lebih enak dan renyah dibaca.
Bagi ASN khususnya, buku karya hasil resume dapat dijadikan syarat untuk kenaikan pangkat ( mungkin ini juga jadi salah satu motivasi saya menulis ), mengapa? karena hasil resume berisi tentang pendidikan dan teknik penulisan, seperti yang termuat dalam Buku 4 Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru tentang Buku dalam Bidang Pendidikan, maka sudah pasti buku ber-ISBN yang akan terbit dapat dijadikan sebagai penambah angka kredit untuk kenaikan pangkat.
Namun, terlepas dari tujuan-tujuan tersebut, ambil hikmah tentang "tujuan yang lebih tinggi" yaitu berbagi. Akan banyak keberkahan yang akan kita temukan didalamnya, Insyaallah...
https://guruberbagi.kemdikbud.go.id, adalah salah satu laman yang dapat kita (guru) gunakan untuk berbagi tulisan, baik itu artikel, modul pembelajaran ataupun perangkat pembelajaran. Adapun caranya adalah :
- Login menggunakan SIM PKB
- Dalam beranda yang terbuka, akan muncul ketentuan teknis mengirim artikel dan perangkat pembelajaran (RPP)
Kumpulan cerpen yang dibukukan dan ber-ISBN, juga memiliki nilai angka kredit. Kumpulan 10 cerpen termasuk karya kompleks dengan nilai AK 4. Kumpulan 5 cerpen termasuk karya sederhana dengan nilai AK 2.
Berikut buku karya Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. :
- Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit Eduvation, 2020)
- Digital Transformation: Generasi Muda Indonesia Menghadapi Transformasi Dunia (Penerbit ANDI, 2020)
- Flipped Classroom (Penerbit ANDI, 2020)
- Antologi Puisi Rona Korona Dalam Duka dan Ria (Penerbit Oase Pustaka, 2020)
- Antologi Menciptakan Pola Pembelajaran Efektif dari Rumah (Penerbit Tata Akbar, 2020)
- Antologi Kisah Inspiratif Sang Guru (Penerbit Pustaka Ilalang, 2020); Tetesan Di Ujung Pena (Penerbit Eduvation, 2021)
Closing statement narasumber yang menyentuh hati saya :
"Menulislah seperti air mengalir, setiap ada kendala selalu ada jalan keluarnya, seperti air yang senantiasa mencari celah baginya untuk mengalir. Tantangan terbesar menulis adalah diri kita. Kalahkan diri kita agar kita konsisten menulis di tengah keterbatasan yang melingkupi kita ".
Quote of The Day
Hadits Rasulullah
Moderator :Ibu Aam Nurhasanah
Peresume :Atik Puspita rini
Tema :Menulis dan Berbagi
Wallahu a'lam bisshowwab
Rabu, 27 Januari 2021
Berkarya di Penerbit Indie
Dan masih dengan salahsatu moderator hebat kita, Mr. Bams, yang pada malam ke-11 ini menemani kelas belajar menulis yang bertemakan Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie.
Menyambung materi sebelumnya, tentang bagaimana mengumpulkan resume menjadi sebuah buku, kali ini dibahas bagaimana kita dapat menerbitkan naskah kita dari kumpulan resume tersebut melalui penerbit indie.
Sebagai seorang penulis pemula, penerbit indie adalah pilihan tepat yang bisa kita gunakan untuk dapat memiliki sebuah karya berupa buku.
Bukan psimis, namun kita sadar diri jika sebagai pemula alangkah bijaknya jika kita "menjajal" dulu penerbit indie. Karena untuk penerbit mayor, sudah pasti banyak kriteria yang harus kita penuhi.
Plus minus penerbit indie dan penerbit mayor dapat dilihat di blog saya hasil resume bersama Cak Inin di https://atangalma.blogspot.com/2021/01/ayo-menerbitkan-buku.html .
Beruntungnya kita sebenarnya yang sudah bergabung dalam grup belajar menulis bersama Om Jay. Karena kita sudah mempunyai bekal naskah yang akan diterbitkan dari minimal 20 kumpulan resume kita. Tinggal kita memoles redaksi dan melengkapi persyaratan bagaimana sebuah naskah dapat dierbitkan menjadi sebuah buku. Materi ini pun ada dalam artikel blog saya hasil resume pertemuan dengan Bu Aam di https://atangalma.blogspot.com/2021/01/jadikan-kumpulan-resume-mu-menjadi-maha.html .
Dalam gurp belajar menulis ini, kita difasilitasi oleh empat penerbit indie, yaitu :
- Kamila Press milik Cak Imin
- Gemala, Penerbit rekanan Bapak Brian
- YPTD
- Penerbit rekanan Bu Kanjeng
Dari keempat penerbit tersebut, memiliki penawaran dan ketentuan yang berbeda. Jadi kita dapat memahaminya dan menentukan dimana kita akan menerbitkan naskah kita nanti. Bismillah...
Kali ini akan dibahas ketentuan penawaran dan fasilitas dari penerbit Gemala, antara lain :
- Berbayar Rp. 300.000 untuk 130 halaman A5, selebihnya dikenakan biaya tambahan. Biaya yang dikenakan oleh Penerbit Gemala diantaranya :
- Biaya penerbitan. biaya yang 300.000 tadi
- Biaya kelebihan halaman (jika lebih dari 130 halaman)
- Biaya cetak ulang (harga per buku)
- Biaya ongkir
- Menyediakan desain cover.
- Termasuk ISBN ( international standar book number ).
- Mendapat 2 buku.
- Mendapat e-sertifikat.
- Tidak termasuk editing naskah.
- Untuk cetak ulang, minimal 10 eksemplar.
- Naskah paling cepat terbit dalam waktu 1 bulan.
- Jangan menyingkat penulisan kata (yg, tdk, blm).
- Jangan sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo).
- Jangan terlalu banyak kalimat dalam satu paragraf.
- Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan.
- Setiap bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab sebelumnya.
Tentu saja hal tersebut adalah pembelajaran sebelum kita melangkah ke penerbit mayor, yang jangkauannya pasti lebih luas.
Berikut karya dan prestasi dari Mas Narsum :
Moderator :Bapak Bambang "Mr. Bams" Purwanto
Peresume :Atik Puspita rini
Tema :Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie
Wallahu a'lam bisshowwab





















